Tampilkan postingan dengan label Akuntansi Manajemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akuntansi Manajemen. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Februari 2019

Environmental Cost Management.


KONTEN 14
A.   Konsep-Konsep Biaya dan Lingkungan Ekonomi

Merancang untuk memenuhi kebutuhan ekonomis dan mencapai pengoperasian operasi yang kompetitif pada organisasi swasta maupun publik tergantung kepada menyeimbangkan dengan hati-hati, apa yang layak secara teknis, dan apa yang dapat diterima secara ekonomis. Sayangnya, tak ada metode potong kompas yang tersedia untuk mencapai keseimbangan antara kelayakan teknis dan ekonomis ini. Jadi metode-metode analisis ekonomi tekni harus digunakan untuk memberikan hasil-hasil yang akan membantu mencapai suatu keseimbangan yang dapat diterima.

Kata biaya (cost) mempunyai arti yang bermacam-macam dalam pemakaiannya. Konsep biaya (cost concept) dan prinsip-prinsip ekonomi lainnya yang digunakan dalam studi ekonomi teknik tergantung pada situasi dan keputusan yang dibuat.

Biaya tetap (fixed costs) adalah biaya-biaya yang tidak terpengaruh oleh tingkatan kegiatan di atas jangkauan ppengoperasian yang layak untuk kapasitas atau kemampuan yang tersedia. Biaya-biaya tetap yang khas termasuk asuransi dan pajak terhadap fasilitas, gaji manajemen umum dan administratif, biaya lisensi, dan biaya bunga terhadap pinjaman modal.

Biaya variable (variable costs) adalah biaya yang dihubungkan terhadap pengoperasian yang secara total berubah-ubah sesuai dengan banyaknya keluaran (output) atau ukuran tingkat kegiatan yang lain. Sebagai contohnya biaya material dan biaya buruh yang digunakan dalam suatu produk atau jasa adalah biaya variabel, karena biaya ini secara total berubah-ubah sesuai dengan banyaknya unit output, walaupun biaya per unit tetap sama.

Biaya incremental (incremental costs) atau pendapatan incremental (incremental revenue) adalah biaya atau pendapatan tambahan yang diakibatkan dari peningkatan pengeluaran daru suatu sistem dengan satu unit atau lebih. Biaya incremental sering kali dihubungkan dengan keputusan-keputusan “go/no go” yang mencakup perubahan terbatas terhadap keluaran ata tingkat kegiatan. MIsalnya biaya incremental per mil untuk mengendarai sebuah mobil mungkin $0.27, tetapi biaya ini tergantung pada beberapa pertimbangan seperti jarak etmpuh total selama tahun tersebut (batas pengoperasian normal), jarak yang diharapkan untuk perjalanan utama mendatang, dan umut mobil.

Biaya berulang (recurring cost) adalah biaya-biaya yang bersifat repetitive dan terjadi ketika suatu organisasi menghasilkan barang atau jasa yang sama secara kontinyu. Biaya variabel juga merupakan biaya berulang, karena biaya tersebut berulang setiap satuan keluaran. Akan tetapi biaya berulang tidak hanya terbatas pada biaya variabel saja. Biaya tetap yang dibayarkan dengan secara berulang adalah juga biaya berulang.

Biaya-biaya tidak berulang (nonrecurring cost) adalah biaya yang tidak bersifat repetitive, walaupun pengeluaran total dapat bersifat kumulatif dalam periode waktu yang relative pendek. Khasnya, biaya-baiya tidak berulang meliputi pengembangan atau penetapan suatu kemampuan kapasitas untuk beroperasi.

Biaya Langsung (direct cost) adalah biaya yang secara beralasan dapat diukur dan dialokasikan ke suatu keluaran atau kegiatan kerja tertentu.

Biaya tidak langsung (indirect cost) adalah biaya-biaya yang sulit untuk dimasukkan atau dialokasikan ke suatu keluaran atau kegiatan kerja tertentu. Istilah ini biasanya menunjukkan henis biaya yang kiranya memerlukan terlalu banyak usaha untuk secara langsung mengalokasikannya ke keluaran tertentu.

Overhead terdiri dari biaya-biaya pengoperasian pabrik yang bukan merupakan biaya tenaga kerja langsung ataupun material langsung. Contoh overhead termasuk biaya listrik, perbaikan umum, pajak kepemilikan, dan supervise. Biaya administratif dan penjualan biasanya ditambahkan ke biaya langsung dan overhead untuk mendapatkan harga penjalan satuan untuk produk dan jasa.

Berbagai metode digunakan untuk mengalokasikan overhead terhadap produk, jasa, dan kegiatan. Metode umum yang digunakan meliputi alokasi secara proporsional terhadap biaya tenaga kerja langsung, jam kerja langsung, dan material alngsung (dinyatakan sebagai biaya primer (prime cost) dalam pengoperasian manufaktur), atau jam kerja mesin. Dalam setiap metode ini, perlu diketahui berapa besarnya atau perkiraan biaya overhead total untuk suatu periode waktu (biasanya satu tahun) untuk mengalokasikan ke output produksi (atau penyampaian jasa). Biaya overhead total juga dihubungkan denagn tingkat produksi tertentu. Hal ini merupakan keadaan yang penting yang perlu diingat ketika berurusan dengan data biaya satuan.

Biaya standar (standard costs) adalah biaya representatif per satuan keluaran yang ditetapkan sebelum produksi maupun penampaian jasa sebenarnya. Biaya standar ini dikembangkan dari waktu tenaga kerja langsung, material, dan fungsi pendukung yag direncanakan untuk proses produksi dan penyampaian. Sebagai contoh biaya standar untuk memproduksi satu satuan suku cadang mobil, misalnya sebuah starter dapat dikembangkan sebagai berikut:

Description: C:\Users\mati\Music\Engineering Economy  Konsep-Konsep Biaya dan Lingkungan Ekonomi_files\2-1.JPG

Biaya standar memainkan peranan yang penting dalam pengendalian biaya dan fungsi-fungsi manajemen lainnya. Beberapa macam pemakaiannya adalah:
1.      Memperkirakan biaya manufaktur atau penyampaian jasa di masa depan.
2.      Mengukur kinerja pengoprasian dengan membandingkan biaya aktual per unit terhadap biaya standar per unit.
3.      Menyiappkan penawaran produk atau jasa yang diminta pelanggan.
4.      Menetapkan nilai persediaan barang dalam proses (work-in-process) dan persediaan barang jadi.
Suatu biaya yang melibatkan pembayaran tunai disebut sebagai biaya tunai/ cash cost (dan berakibat pada arus kas) untuk membedakannya dari biaya lain ynag tidak melibatkan transaksi tunai dan direfleksikan dalam sistem akuntansi sebagai biaya bukan tunai (noncash cost). Biaya bukan tunai ini sering dinyatakan sebagai biaya buku (book cost).
Biaya buku adalah baya yang tidak melibatkan pembayaran tunai, melainkan lebih menyatakan pemulihan pengeluaran-pengeluaran masa lalu selama satu periode waktu yang tetap. COntoh yang paling umum dari biaya buku adalah depresiasi (depreciation) yang dibebankan untuk pemakaian aset seperti misalnya pabrik dan peralatan.

Biaya hangus (sunk cost) adalah biaya yang terjadi di masa lalu dan tidak relevan untuk memeperkirakan macam-macam biaya dan pendapatan di masa depan sehubungan dengan alternatif arah tindakan. Jadi biaya hangus lazim di setiap alternatif, bukan bagain dari arus kas di masa depan (prospektif), dan dapar diabaikan dalam analisis ekonomi teknik.

Biaya kesempatan (opportunity cost) terjadi akibat penggunaan sumber daya yang terbatas, seperti hilangnya kesempatan untuk mempergunakan sumber-sumber itu untuk mendapatkan keuntungan keuangan dengan cara lain. Jadi biaya ini adalah biaya kesempatan terbaik yang ditolak (hilang) dan sering kali tersembunyi atau tersirat.

Biaya siklus hidup (life-cycle-cost) merujuk pada penjumlahan semua biaya-biaya, baik yang berulang maupun tidak berulang, sehubungan dengan produk, struktur, sistem, atau jasa selama jangka waktu hidupnya. 

Description: C:\Users\mati\Music\Engineering Economy  Konsep-Konsep Biaya dan Lingkungan Ekonomi_files\lc.JPG


Biaya investasi (investment cost) adalah modal yang diperlukan untuk kegiatan dalam fase akuisisi. Pada kasus sederhana, seperti pembelian peralatan tertentu, suatu biaya investasi dapat terjadi dalam bentuk suatu pengeluaran tunggal. Tetapi dalam proyek konstruksi yang besar dan kompleks, terkadinya biaya ini mungkkin melalui serangkaian pengeluaran selama periode waktu yang panjang. Biaya ini disebut juga investasi modal (capital investment).

Istilah modal kerja (working capital) merujuk ppada dana yang diperlukan untuk aset saat ini (diluar aset tetap seperti peralatan, fasilitas, dan lain-lain) yang diperlukan untuk memulai selanjutnya mendukung kegiatan-kegiatan pengoperasian. Sebagai contoh, produk tak dapat dibuat jasa atau tidak dapat disampaikan tanpa adanya material dalam persediaan.

Biaya-biaya operasi dan perawatan (operation and maintenance cost) mencakup berbagai jenis pengeluaran tahunan yang berulang sehubungan denagn fase operasi siklus hidup. Biaya operasi langsung dan tidak langsung berhubungan dengan lima bidang sumber daya utama seperti manusia, mesin, material, energi, dan informasi yang merupakan bagian utama biaya dalam kategori ini.

Biaya pembangunan (disposal cost) mencakup biaya-biaya tidak berulang untuk menutup operasi dan penghentian serta pembuangan aset pada akhir siklus hidup. Umumnya dapat diperkirakan akan terdapat biaya yang berhubungan dengan manusia, material, transportasi, dan kegiatan khusus yang berlangsung satu kali. Dalam beberapa hal, biaya tersebut akan terkurang oleh penerimaan dari penjualan aaset pada sisa nilai pasaernya. Contoh klasik biaya pembaungan adalah biaya sehubungan dengan pembersihan berdirinya pabrik pengolahan kimia.

Barang dan jasa konsumen (consumer goods and services) adalah produk atau jasa yang langsung digunakan oleh manusia untuk memuaskan keinginannya. Beberapa contohnya adalah makanan, pakaian, rumah, mobil, televisi, pangkas rambut, opera, dan jasa medis. Para pengasil barang dan jasa konsumen haruslah waspada, dan terpengaruh oleh perubahan keinginan manusia (konsumen) akan produk dan jasa yang mereka inginkan.

Barang dan jasa produsen (producer goods and services) digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa konsumen atau barang produsen lainnya. Misalnya mesin perkakas, bangunan pabrik, bus, mesin pertanian, dan lain-lain.

Barang dan jasa dihasilkan dan diinginkan karena secara langsung atau tidak langsung memiliki kegunaan atau utilitas (utility) yang memiliki kekuatan untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan manusia. Jadi barang dan jasa dapat digunakan atau dikonsumsi langsung, atau dapat juga dihunakan untuk menghasilkan barang atau jasa lain, yang selanjutnya dapat digunakan langsung. Utilitas paling umm diukur dalam istlah nilai (value), yang dinyatakan dalam beberapa medium pertukaran pada harga (price) yang harus dibayar untuk mendapatkan barang tertentu.

Barang dan jasa dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu kebutuhan (necessities) dan kemewahan (luxuries). Sebenarnya kedua istilah ini bersifat relatif, karena untuk kebanyakan barang dan jasa, apa yang dianggap kebutuhan oleh seseorang dapat dianggap kemewahan bagi orang lain.
Hubungan antara harga dan permintaan dapat dinyatakan sebagai suatu fungsi linear dimana harga jual per unit (p) dan permintaan (D) . dengan meningkatnya harga jual per unit, maka permintaan akan produk ini akan berukurang, dan apabila harga jual turun, maka permintaan bertambah.

Description: C:\Users\mati\Music\Engineering Economy  Konsep-Konsep Biaya dan Lingkungan Ekonomi_files\rumus2-1.JPG

Untuk a adalah perpotongan pada sumbu harga dan –b adalah koefisien arah. Jadi b adalah banyaknya peningkatan permintaan untuk setiap unit turunnya p. Baik a maupun b adalah konstanta. Selanjutnya, dapat dinyatakan bahwa:

Description: C:\Users\mati\Music\Engineering Economy  Konsep-Konsep Biaya dan Lingkungan Ekonomi_files\rms2-2.JPG

Description: C:\Users\mati\Music\Engineering Economy  Konsep-Konsep Biaya dan Lingkungan Ekonomi_files\ajaaj.jpg




Gambar diatas merupakan hubungan umum Harga-Permintaan (perhatikan bahwa harga dianggap sebagai variabel bebas tetapi ditunjukkan sebagai sumbu vertical. Konvensi ini biasa digunakan oleh para ahli ekonomi). Walaupun gambar tersebut melukiskan hubungan umum antara harga dan permintaan, hubungan ini mungkin berbeda untuk kebutuhan dan kemewahan. Konsumen dapat langsung mengabaikan konsumsi barang mewah jika harganya meningkat jauh, tetapi mereka akan lebih sulit untuk mengurangi konsumsi kebutuhan mereka yang sesungguhnya, dan juga akan menggunakan uang yang dihemat dengan tidak membeli barang mewah untuk membayar peningkatan biaya kebutuhan tersebut.
Persaingan sempurna terjadi pada keadaan yang pada keadaan itu, setiap produk disediakan oleh banyak penjual dan tak terdapat hambatan terhadap penjual tambahan untuk memasuki pasar. Dalam kondisi ini, terdapat jaminan kebebasan penuh, baik bagi pembeli maupun penjual. Kenyaraannya dalam praktek, persaingan sempurna mungkin tidak akan pernah terjadi, karena banyaknya faktor-faktor yang mengakibatkan suatu tingkat pembatasan terhadap tindakan pembeli, penjual, maupun keduanya. Bagaimanapun juga, dengan mengasumsikan adanya kondisi persaingan sempurna, akan lebih mudah memformulasikan hokum-hukum ekonomi umum.
Monopoli (monopoly) adalah kutub berlawanan dari persaingan sempurna. Suatu Monopoli sempurna terjadi apabila suatu produk atau jasa yang unik hanya tersedia dari penjual tunggal dan penjual tersebut dapat mencegah masuknya penjual lain kedalam pasar. Dalam prakteknya, monopoli sempurna jarang terjadi karena hanya produk yang unik sehingga tidak memiliki substitusi, dan peraturan pemerintah melarang monopoli jika monopoli bersifat terlalu membatasi.
Oligopoli (oligopoly) terjadi bila hanya terdapat sangat sedikit pemasok produk atau jasa sehingga tindakan oleh satu pemasok akan hampir selalu mengakibatkan tindakan yang sama oleh lainnya.
B.     KLASIFIKASI BIAYA LINGKUNGAN
Ronal Hilton membagi jenis biaya lingkungan sebagai berikut:
a.Private dan Social Environmental Cost
adalah biaya yang ditanggung oleh perusahaan atau individu yang timbul dari aktivitas operasinya. Sebagai contoh adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan agar memenuhi aturan pemerintah mengenai lingkungan dan  juga pembersihan danau yang tercemar akibat aktivitas perusahaan, sedangkan Social  Environmental Cost adalah biaya yang ditanggung oleh masyarakat secara luas, sebagai contoh adalah biaya yang tanggung oleh pembayar pajak untuk membayar gaji pegawai  pemerintah yang mengawasi permasalahan lingkungan, biaya untuk membersihkan sungai atau danau yang tercemar, atau biaya yang ditanggung oleh individu, maupun  pihak swasta dan asuransi kesehatan masyarakat berkaitan dengan masalah kesehatan yang ditimbulkan oleh polusi. Salah satu kejadian tragis ditahun 2010 adalah kebocoran minyak di Teluk Meksiko yang berasal dari ledakan kilang minyak lepas pantai Deepwater Horizon menjadi contoh nyata dari private maupun social environmental cost.
Social environmental cost ditunjukkan oleh kerusakan besar yang dimasa yang akan datang termasuk biaya yang timbul untuk membersihkan pantai dan lahan basah yang ada, rusaknya wilayah rekresasi dan juga industri perikanan lokal, serta juga masalah kesehatan masyarakat akibat kontaminasi hydrocarbon di air sekitar teluk, rawa dan  pantai. Sedangkan private environmental cost akan ditanggung oleh perusahaan- perusahaan yang ikut serta dalam pengoperasian pengeboran Deepwater Horizon seperti British Petroleum dan rekanannya dimana total cost yang harus ditanggung oleh BP sendiri secara estimasi di tahun 2010 adalah sebesar USD 40 Milliar 
b. Visible dan Hidden Environmental Cost
Setelah kita mengerti mengenai private dan  social environmental cost, maka perlu  juga dipahami mengenai visible dan hidden environmental cost karena bisa jadi private maupun social environmental cost itu sifatnya visible atau hidden.
Visible environmental cost adalah biaya-biaya yang dapat teridentifikasi, terukur dan dihubungkan kepada masalah-masalah lingkungan yang terjadi, seperti contoh adalah:
biaya pajak untuk membayar pegawai pemerintah yang mengawasi masalah lingkungan, atau juga biaya yang dikeluarkan untuk membersihkan sungai dan danau yang tercemar.
Hidden environmental cost adalah biaya-biaya yang sangat susah teridentifikasi dan dihubungkan dengan masalah-masalah lingkungan yang terjadi seperti biaya yang ditanggung oleh individu, serta asuransi kesehatan mengenai dampak kanker pada  penggunaan sun-block, atau karena semakin menipisnya lapisan ozon dimana kedua hal ini masih menjadi perdebatan dan belum ada yang meyakinkan secara pasti hubungan antara kanker dan kedua hal ini.
C.    LINGKUNGAN EKONOMI
Ekonomi berhubungan dengan interaksi antara manusia dan harta, sedangkan teknik berurusan dengan penggunaan biaya yang efektif dari ilmu pengetahuan untuk dimanfaatkan oleh umat manusia. 
Barang dan jasa dihasilkan dan diinginkan karena secara langsung atau tidak langsung mempunyai kegunaan atau utilitas kekuatan untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan manusia. Utilitas paling umum diukur dalam istilah nilai (value) yang dinyatakan dalam beberapa medium pertukaran pada harga yang harus dibayar untuk mendapatkan barang tertentu.
Hukum-hukum ekonomi merupakan pernyataan-pernyataan umum mengenai interaksi antara manusia dan kekayaan, maka hukum-hukum itu dipengaruhi oleh lingkungan ekonomi tempat beradanya manusia dan kekayaan itu. Kebanyakan prinsip-prinsip ekonomi umum dinyatakan untuk keadaan terdapatnya persaingan sempurna. Bagaimanapun juga, dengan mengasumsikan adanya kondisi persaingan sempurna akan lebih mudah memformulasikan hukum-hukum ekonomi.



Lean Accounting, Target Costing and Balanced Scorecard.


KONTEN 13
Lean manufacturing adalah pendekatan yang didesain untuk meniadakan buangan dan memaksimalkan nilai bagi pelanggan. Pendekatan ini memiliki cirri pengiriman produk yang benar (tanpa cacat), pada waktu yang tepat dengan kebutuhan pelanggan, serta dengan biaya serendah mungkin.
Sistem lean manufacturing menungkinkan para manajer untuk meniadakan buangan, mengurangi biaya dan menjadi lebih efisien. Perusahaan yang mengimplementasikan lean manufacturing  mengejar strategi pengurangan biaya dengan cara mendefinisikan ulang berbagai aktivitas yang dilaksanakan perusahaan. Pengurangan biaya secara langsung berkaitan dengan kepemimpinan biaya. Lean manufacturing menambah nilai melalui pengurangan buangan. Implementasi lean manufacturing yang baik akan memberi berbagai perbaikan besar, seperti kualitas yang lebih baik, peningkatan produktivitas, pengurangan waktu tunggu, pengurangan persediaan dalam jumlah besar, pengurangan waktu penyetelan, penurunan biaya produksi dan peningkatan tingkat produksi.

Nilai Berdasarkan Produk
Nilai ditentukan oleh pelanggan-minimal, nilai merupakan suatu bagian atau fitur yang membuat pelanggan bersedia membayar untuk mendapatkan nilai tersebut. Nilai bagi pelanggan adalah perbedaan antara nilai yang direalisasi dengan pengorbanan. Realisasi adalah hal yang diterima pelanggan pengorbanan ini hal yang dilepas oleh pelanggan, termasuk uang yang bersedia mereka keluarkan untuk fitur dasar dan khusus produk, kualitas merk, dan reputasi. Jadi, nilai berkaitan dengan produk tertentu dan fitur produk tertentu, menambah nilai dan fungsi yang tidak diinginkan pelanggan adalah penyia-nyiaan waktu dan sumber daya. Menilai nilai adalah proses yang berorientasi eksternal dan tidak dapat dilakukan secara internal. Hanya fitur yang bernilai tambah yang seharusnya dihasilkan sehingga aktivitas yang tidak bernilai tambah harus ditiadakan.



Arus Nilai
Arus nilai terdiri atas semua aktivitas yang bernilai tambah dan tidak bernilai tambah yang dibutuhkan untuk membawa sekelompok produk atau jasa dari titik awalnya (contohnya; pesanan pelanggan atas suatu produk baru) ketahap produk jadi ditangan pelanggan. Ada beberapa arus nilai, pertama arus nilai yang paling umum adalah arus nilai pemenuhan pesanan. Arus nilai pemenuhan pesanan berfokus pada pemberian produk yang ada ketangan pelanggan yang ada. Jenis arus nilai yang kedua adalah arus nilai mencerminkan semua hal yang dilakukan, baik yang buruk maupun yang bagus yang dibawa kepelanggan. Jadi, menganalisis arus nilai akan memungkinkan pihak manajemen untuk mengidentifikasi buangan.
            Aktivitas didalam arus nilai adalah arus bernilai tambah atau tidak bernilai tambah. Aktivitas yang tidak bernilai tambah adalah sumber buangan. Aktivitas ini terdiri atas dua jenis:
1.      Aktivitas yang dapat dihindarkan dalam jangka pendek
2.      Aktivitas yang tidak dapat dihindarkan dalam jangka pendek karena teknologi atau metode produksi saat ini.
Aktivitas yang termasuk dalam jenis pertama adalah aktivitas yang dapat ditiadakan dengan sangat cepat, sedangkan jenis kedua membutuhkan lebih banyak waktu dan usaha.

Pull Value
Sebagian besar perusahaan berproduksi untuk persediaan, kemudian mencoba menjual barang yang telah mereka produksi. Berbagai usaha dilakukan untuk menciptakan permintaan atas barang yang berlebih, tetapi barang tersebut yang mungkin tidak diinginkan oleh pelanggan. Lean manufacturing menggunakan system demand-pull. Tujuan lean manufacturing adalah meniadakan buangan dengan menghasilkan produk hanya jika dibutuhkan melalui proses produksi. Tiap operasi hanya menghasilkan apa yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan dari operasi sebelumnya. Tidak ada produksi yang dilakukan sampai ada tanda dari proses sebelumnya yang menunjukkan kebutuhan untuk memproduksi.
            Permintaan pelanggan bermula dari rantai nilai dan mempengaruhi cara produsen berhubungan dengan pemasok juga merupakan hal yang vital dalam lean manufacturing. Pembelian JIT mengharuskan pemasok untuk mengirim berbagai suku cadang dan bahan baku secara tepat waktu untuk digunakan dalam produksi.

Mengejar Kesempurnaan
Waktu penyetelan nol, tingkat kecacatan nol, persediaan nol, tingkat buangan, produksi berdasar permintaan, peningkatan tariff produksi sel, meminimalisasi biaya dan memaksimalkan nilai pelanggan adalah berbagai hasil ideal yang dicari dari lean manufacturing. Sejalan dengan mulai jelasnya lean dan mencapainya perbaikan, kemungkinan mencapai kesempurnaan menjadi lebih memungkinkan. Sejalan dengan peningkatan arus dan perbaikan berbagai proses, buangan cenderung tampak lebih banyak. Tujuannya adalah menghasilkan produk berkualitas tinggi dan berbiaya rendah dengan jumlah waktu paling minimum. Untuk mencapai tujuan ini, produsen lean harus mengidentifikasi dan meniadakan berbagai bentuk buangan.
Buangan menghabiskan berbagai sumber daya tanpa menambah nilai. Buangan adalah segala sesuatu yang tidak memiliki nilai bagi pelanggan. Peniadaan buangan mengharuskan identifikasi berbagai bentuk dan sumebrnya. Berikut delapan sumber yang umumnya dianggap sebagai bentuk dari sumber buanga.
·           Produk cacat
·           Produk berlebih barang yang tidak dibutuhkan
·           Persediaan barang yang menunggu diproses atau digunakan
·           Pemrosesan yang tidak dibutuhkan
·           Perpindahan karyawan yang tidak perlu
·           Transportasi barang yang tidak perlu
·           Waktu tunggu
·           Desain barang dan jasa yang tidak memenuhi kebutuhan pelanggan

Produksi lean membutuhkan banyak penekanan pada kualitas manajemen. Suku cadang yang cacat akan menghentikan produksi. Produksi lean tidak dapat diimplemantasikan tanpa komitmen atas pengendalian kualitas total (Total Quality Control-TQC). TQC adalah usaha tidak berkesudahan untuk menyempurnakan kualitas; keinginan keras untuk mencapai proses desai dan produksi produk bebas cacat.

Akuntansi Lean
System manajemen biaya tradisional juga tidak bekerja dengan baik dalam lingkungan lean. Bahkan, pendekatan perhitungan biaya tradisional dan pengendalian operasional mungkin tidak akan benar-benar berjalan dalam lingkungan lean. Variansi perhitungan biaya standard dan variansi anggaran departemen cenderung mendorong produksi berlebih dan tidak sesuai dengan system permintaan pull yang dibutuhkan dalam lean manufacturing.
Studi perhitungan biaya berdasarkan aktivitas menjelaskan bahwa penggunaan tariff overhead kelseluruhan pabrik dalam pabrik yang memiliki multiple produk dapat menghasilkan biaya produk yang menyesatkan jika dibandingkan dengan pembebanan produksi terfokus atau pembebanan berdasarkan aktivitas. Biaya produk yang menyesatkan dapat menandakan kegagalan dalam lean manufacturing walaupun ada perbaikan yang signifikan.

Arus nilai Terfokus dan Dapat Tidaknya Ditelesurinya Biaya Overhead
System perhitungan biaya menggunakan tiga metode untuk membebankan berbagai biaya ke tiap produk: pene;usuran langsung, penelusuran penggerak, dan alokasi. Dari ketiga metode tersebut yang paling akurat adalah penelusuran langsung. Di lingkungan lean manufacturing, biaya overhead yang dulu dibebankan oada berbagai produk dengan menggunakan penelusuran penggerak atau alokasi, menggunakan penelusuran langsung ke produk saat ini.

Biaya Arus Nilai

Tenaga Kerja Sel
 

Bahan Baku Langsung
 

Pemeliharaan
 

Lain-lain
 
 














Manajemen Biaya Siklus-Hidup
Manajemen biaya siklus-hidup menekankan penurunan biaya, bukan pengendalian biaya. Jadi, penghitungan biaya target menjadi suatu alat khusus yang berguna untuk pembuatan tujuan penurunan biaya. Biaya target adalah perbedaan antara harga penjualan yang dibutuhkan untuk menangkap pangsa pasar yang telah ditentukan terlebih dahulu  dan laba per unit yang diinginkan. Harga penjualan mencerminkan spesifikasi produk atau fungsi yang dinilai oleh pelanggan (dihubungkan sebagai fungsi produk).

Balanced Scorecard: Konsep Dasar
            Balanced scorecard adalah system manajemen yang mendefinisikan system akuntansi pertanggungjawaban berdasarkan strategi. Balanced scorecard menerjemahkan misi dan strategi organisasi dalam tujuan operasional dan ukuran kinerja dalam empat perspektif, yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal, serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan (infrastruktur). Perspektif keuangan menjelaskan konsekuensi ekonomi tindakan yang diambil dalam tiga perspektif lain. Perspektif pelanggan mendefinisikan segmen pasar dan pelanggan dimana unit bisnis akan bersaing. perspektif bisnis internal menjelaskan proses internal yang diperlikan untuk memberikan nilai kepada pelanggan dan pemilik. Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan (infrastruktur) mendefinisikan kemampuan yang diperlukan organisasi untuk memperoleh pertumbuhan jangka panjang dan perbaikan. Perspektif terakhir mengacu pada tiga faktor utama yang memungkinkannya, yaitu kemampuan pegawai, kemampuan system informasi, dan perilaku pegawai (motivasi, pemberdayaan, dan penyejajaran).

Peranan Ukuran Kinerja
Ukuran kinerja diturunkan visi misi strategis dan tujuan perusahaan. Ukuran-ukuran ini harus diseimbangkan antara lag dan lead, objektif dan subjektif, keuangan dan non keuangan, serta ukuran eksternal dan internal. Ukuran lag adalah ukuran output, ukuran hasil dari usaha di masa lalu (contoh: profitabilitas pelanggan). Ukuran lead (penggerak kinerja) adalah faktor-faktor yang menggerakkan kinerja masa depan (contoh: jumlah jam pelatihan karyawan). Ukuran objektif adalah ukuran yang bisa langsung dihitung dan diversifikasi  (contoh: pangsa pasar), sedangkan ukuran subjektif lebih sulit dihitung dan lebih bersifat praduga (contoh: kemampuan karyawan). Ukuran keuangan adalah ukuran yang dinyataan dalam istilah moneter, sedangkan ukuran nonkeuangan menggunakan unit-unit nonmoneter (contoh: biaya per unit dan jumlah pelanggan yang tidak puas). Ukuran eksternal berkaitan dengan pelanggan dan pemegang saham (contoh: kepuasan pelanggan dan pengembalian atas investasi). Ukuran internal adalah ukuran yang berkaitan dengan proses dan kemampuan yang menciptakan nilai bagi pelanggan dan pemegang saham (contoh: efisiensi proses dan kepuasan karyawan).

Empat Perspektif dan Ukuran Kinerja
1.      Perspektif Keuangan; menetapkan tujuan kinerja keuangan jangka pendek dan jangka panjang. Perspektif keuangan, mengacu pada konsekuensi keuangan global dari ketiga perspektif lainnya.
·         Pertumbuhan pendapatan
Faktor-faktor yang menyebabkan antara lain: meningkatkan jumlah produk baru, menciptakan aplikasi baru bagi produk yang sudah ada, mengembangkan pelanggan dan pasar yang baru, serta pengadopsian strategi penentuan harga baru.
·         Penurunan biaya
Penurunan biaya per unit produk, per pelanggan, atau per jalur distribusi adalah contoh tujuan penurunan biaya.
·         Penggunaan aset
Perbaikan pemanfaatan aset adalah tujuan utama.
2.      Perspektif Pelanggan; adalah sumber komponen pendapatan dari tujuan keuangan. Perspektif ini mendefinisikan dan memilih pelanggan dans segmen pasar dimana perusahaan memutuskan untuk bersaing.
·         Tujuan dan ukuran utama
Adalah sesuatu yang umum di semua organisasi. Tujuan nya adalah peningkatan pangsa pasar, peningkatan retensi pelanggan, peningkatan pelanggan baru, peningkatan kepuasan pelanggan , dan peningkatan profitabilitas pelanggan.
·         Nilai pelanggan
Selain ukuran dan tujuan utama, ukuran-ukuran juga diperlukan untuk menggerakkan penciptaan nilai pelanggan guna menggerakkan hasil utama.
Keandalan berartioutput dikirim tepat waktu.
3.      Perspektif Proses; proses adalah sarana menciptakan nilai pelanggan dan pemegang saham. Jadi, perspektif proses mencakup identifikasi proses yang diperlukan untuk mencapai tujuan pelanggan dan keuangan. Untuk memberikan kerangka kerja yang diperlukan perspektif ini, rantai nilai proses didefinisikan. Rantai nilai proses terdiri atas tiga proses: proses inovasi, proses operasional, proses pascapenjualan.
  • Proses inovasi: Tujuan dan ukuran
Tujuannya meliputu peningkatan jumlah produk baru, peningkatan persentase pendapatan dari produk baru, peningkatan persentase pendapatandari produk yang dimiliki, dan penurunan waktu untuk mengembangkan produk baru.
  • Waktu Siklus dan Velositas
Waktu untuk merespon suatu pesanan pelanggan disebut responsiveness. Waktu siklus dan velositas adalah dua ukuran operasional untuk responsiveness.
  • Efisiensi Siklus Manufaktur (Manufacturing Cycle Efficiency-MCE), ukuran operasional berdasarkan waktu
  • Laporan takt time dan hari berdasar jam
Salah satu tujuan laporan tersebut adalah menjaga agar para pekerja berfokus pada kegiatan memproduksi produk yang dibutuhkan pelanggan ketika pelanggan menginginkannya.
·         Proses pelayanan pasacapenjualan: Tujuan dan ukuran.
Peningkatan efisiensi, dan penurunan waktu pemrosesan juga merupakan tujuan yang dibutuhkan pada proses pelayanan pasca penjualan.
4.      Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan; adalah sumber kemampuan yang memungkinkan penyelesaian atau pencapaian tujuan 3berikut.
·         Kemampuan karyawan
Tiga pengukuran hasil utama bagi kemampuan karyawan adalah tingkat kepuasan karyawan, persentase pergantian karyawan, dan produktivitas karyawan.
·         Motivasi, pemberdayaan, dan pelibatan karyawan
Karyawan seharusnya tida hanya memiliki keterampilan yang diperlukan, tetapi juga memiliki kebebasan motivasi, dan inisiatif untuk menggunakan keahlian nya tersebut secara efektif.
·         Kemampuan Sistem Informasi
Peningkatan kemampuan system informasi berarti memberikan informasi yang lebih akurat dan tepat waktu pada karyawan sehingga mereka dapat memperbaiki proses dan melaksanakan produk baru secara efektif.


Popular Posts

Recent Posts

Unordered List

Text Widget

Blog Archive

CB Blogger Lab

JASA SEO CB

jam ayam

CONTOH BLOG

JASA SEO CB

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *