Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Februari 2019

Penulisan Karya Ilmiah


PERTEMUAN 15

BAB 10
“PENLISAN KARYA ILMIAH”

Sistematika Penulisan Karya Ilmiah

Dalam pembuatan karya tulis ilmiah yang logis, valid, baku, ilmiah, dan memenuhi kaidah penulisan karya tulis ilmiah. terdapat struktur yang menjadi poin penting dalam pembuatakn karya tulis ilmiah ini. Dalam pengerjaannya terdapat 3 bagian penting yang KTI perlu dibuat. Dimana, 3 bagian penting tersebut adalah: Bagian Pendahuluan, Bagian inti, dan Bagian Penutup.
Bagian Pendahuluan
Pada bagian pendahuluan berisikan informasi terkait karya ilmiah yang dilakukan. Ada banyak poin penting yang dipaparkan dalan pendahuluan, yaitu, Latar belakang masalah yang menceritakan kenapa penelitian itu diambil sebagai judul utama dalam KTI tersebut. Menceritakan latar belakang masalah yang diambil menjadi poin penting. Sehingga, dalam pengambilan solusi dalam pelitian tersebut terarah.Selain itu terdapat tujuan dari permasalahan yang dilakukan yang umumnya berupa solusi terkait permasalahan yang diangkat dalam karya ilmiah tersebut. Dengan adanya tujuan tersebut artinya KTI tersebut. Terdapat batasan yang harus dikerjakan yang menjaganya tidak keluar dari inti utama dalam penelitian yang dilakukan.
Intinya dalam bagian pendahuluan karya tulis ilmiah memaparkan terkait penelitian yang akan dilakukan. Seperti latar belakang, alasan memilih topik, uraian singkat terkait masalah yang diambil, pembahasan terkait ruang lingkup, dan solusi yang diberikan.

Bagian Inti Pembahasan
Kaidah Karya Tulis Ilmiah
Dalam bagian inti ini dalam penelitian karya tulis ilmiah memaparkan penelitian yang dilakukan dengan mengambil studi kasus pada bagian pendahuluan. Dalam bagian inti pembahasan dalam karya tulis ilmiah diuraikan terkait landasan teori yang mendukung penelitian yang dilakukan.
Pengambilan landasan teori ini bisa dari perkataan para ahli yang melakukan bidang studi yang terkait dengan studi penelitian yang dilakukan. Bahkan, bisa membuat landasan teori baru jika benar-benar studi penelitian dalan karya tulis ilmiah merupakan studi yang unik dan menarik. Kemudian, pada bagian inti dari penulisan karya tulis ilmiah ini memberikan pokok-pokok yang diambil dalam melakukan penelitian. Apakah penelitian ini menggunakan rumus khusus atau berupa kuesioner studi lapangan perlu dipaparkan dengan jelas. Sehingga, data yang akan ditampilkan dalam studi penelitian ini jelas dan gamblang.

Bagian Penutup
Pada bagian penutup ini memaparkan kesimpulan akhir dari penelitian karya tulis ilmiah yang dilakukan. Apakah penelitian yang dilakukan mampu memberi solusi terhadap permasalahan yang diangkat ataukah sebagai batu loncatan awal untuk penelitian lanjutan pun harus dipaparkan.
Lalu, disamping memaparkan n kesimpulan yang didapatkan. Pada bagian ini juga perlu memberikan penjelasan terkait saran dan harapan kedepannya untuk karya tulis ilmiah tersebut. Agar dapat menjadi landasan teori berikutnya saat membuat karya tulis ilmiah yang mengangkat tema yang sama walu dengan tempat yang berbeda.
Sehingga, dalam sistematika atau struktur karya tulis ilmiah yang dibuat jika dipaparkan secara vertikal sebagai berikut:
JUDUL
ABSTRAK
LEMBAR PERSETUJUAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR IS
BAB I. PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang Masalah
2.      Perumusan Masalah
3.      Tujuan dan Manfaat Penulisan

BAB II. LANDASAN TEORI
1.      Kajian Teoretis
2.      Kerangka Berpikir
3.      Metodologi Penulisan

BAB III. PEMBAHASAN
1.      Deskripsi Kasus
2.      Analisis Kasus

BAB IV. KESIMPULAN
1.      Kesimpulan
2.      Saran

DAFTAR PUSTAKA


PENULISAN KARYA ILMIAH


PERTEMUAN 14

BAB 10
“PENULISAN KARYA ILMIAH”

C. Jenis-jenis Karya Ilmiah

Ada banyak macam jenis jenis karya ilmiah, diantaranya:

1)   Makalah
Makalah   adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat objektif. Makalah menyajikan dengan melalui proses berfikir deduktif dan induktif. Makalah menggunakan bahasa yang lugas dan tegas. Jika dilihat dari bentuknya, makalah adalah bentuk yang paling sederhana di antara karya tulis ilmiah yang lain.
2)   Kertas kerja
Seperti halnya makalah, kertas kerja juga karya ilmiah yang menyajikan sesuatu  berdasarkan  data  di  lapangan  yang  juga  bersifat  objektif. Analisis  dalam  kertas  kerja  lebih  serius  daripada  analisis  dalam makalah. Kertas kerja ditulis untuk disajikan dalam suatu seminar.
1)             Laporan penelitian
Laporan Penelitian adalah penyampaian hasil penelitian yang telah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan berdasarkan jenis dan tujuan penelitian.
4)   Skripsi
Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain. Pendapat yang diajukan harus didukung oleh data dan fakta yang objektif baik berdasarkan penelitian langsung (observasi lapangan) maupun penelitian tidak langsung (studi kepustakaan). Skripsi ditulis sebagai tugas akhir dalam suatu studi di perguruan tinggi guna melengkapi syarat mendapat gelar sarjana atau diploma. 
5)   Tesis
Tesis  adalah  karya  ilmiah  yang  sifatnya  lebih  mendalam  daripada skripsi. Tesis akan mengungkapkan pengetahuan baru yang yang diperoleh  dari  penelitian  sendiri.  Karya  tulis  ini  akan memperbincangkan pengujian terhadap suatu hipotesis atau lebih ditulis oleh mahasiswa pascasarjana.
6)   Disertasi
Desertasi  adalah  karya  ilmiah  yang  mengemukakan  suatu  pendapat yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan fakta dan data yang benar dan dengan analisis yang terinci. Disertasi ini berisi suatu temuan penulis sendiri yang berupa temuan original. Jika temuan original ini dapat dipertahankan oleh penulis dari sanggahan penguji, maka penulisnya berhak menyandang gelar doktor. Semua jenis karya ilmiah hendaklah ditulis dengan padat serta disusun secara logis dan cermat.


PENULISAN KARYA ILMIAH


PERTEMUAN 13
BAB 10
“PENULISAN KARYA ILMIAH”

A.   Pengertian Karya Ilmiah

Karya ilmiah adalah suatu karangan ilmu pengetahuan  yang menyajikan fakta ditulis menurut metedologi penulisan yang baik dan benar. Dalam hal ciri khusus karya ilmiah harus ditulis secara jujur dan akurat berdasarkan fakta dan kebenarannya. Kebenaran dalam karya ilmiah itu adalah kebenaran yang objektif, positif sesuai dengan fakta di lapangan.
Ada beberapa jenis karya ilmiah antara lain makalah, kertas kerja, skripsi, laporan penelitian, tesis dan desertasi. Istilah-istilah itu dipakai untuk memberi nama suatu karya tulis yang bersifat ilmiah. Semua jenis karya ilmiah itu selalu menyajikan suatu hasil kegiatan penelitian tentang suatu pokok masalah berdasarkan data dan fakta di lapangan. Karya ilmiah seperti itu disusun berdasarkan metode ilmiah yang menyajikan suatu topik secara sistematis dan dilengkapi dengan data dan fakta yang ada dan menggunakan bahasa yang khas. Jadi tidak semua karya tulis bisa disebut sebagai karya ilmiah.

B.   Ciri-ciri Karya Ilmiah


Tidak semua karya yang ditulis secara sistematis dan berdasarkan fakta di lapangan adalah sebuah karya ilmiah, sebab karya ilmiah mempunyai ciri-ciri seperti berikut ini:
1)  Objektif
Keobjektifan   ini   menampak   pada   setiap   fakta   dan   data   yang diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya dan tidak dimanipulasi. Juga setiap pernyataan atau simpulan yang disampaikan berdasarkan bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Dengan demikian,  siapa pun  dapat  mengecek  (memverifikasi)  kebenaran  dan keabsahannya.
2)  Netral
Kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupun kelompok. Oleh karena itu, pernyataan-pernyataan yang bersifat mengajak, membujuk, atau mempengaruhi pembaca perlu dihindarkan.
3)  Sistematis
Uraian  yang terdapat  pada karya ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti   pola   pengembangan   tertentu,   misalnya   pola   urutan, klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya. Dengan cara demikian, pembaca akan bisa mengikutinya dengan mudah alur uraiannya.
4)  Logis
Kelogisan ini bisa dilihat dari pola nalar yang digunakannya, pola nalar induktif atau deduktif. Kalau bermaksud menyimpulkan suatu fakta atau data  digunakan  pola  induktif,  sebaliknya,  kalau  bermaksud membuktikan suatu teori atau hipotesis digunakan pola deduktif.
5)  Menyajikan fakta (bukan emosi atau perasaan)
Setiap pernyataan, uraian, atau simpulan dalam karya ilmiah harus faktual, yaitu menyajikan fakta. Oleh karena itu, pernyataan atau ungkapan yang emosional (menggebu-gebu seperti orang berkampanye, perasaan sedih seperti orang berkabung, perasaan senang seperti orang mendapatkan hadiah, dan perasaan marah seperti orang bertengkar) hendaknya dihindarkan.
6)  Tidak Pleonastis
Maksudnya kata-kata yang digunakan tidak berlebihan alias hemat kata- katanya atau tidak berbelit-belit (langsung tepat menuju sasaran).
7)  Bahasa yang digunakan adalah ragam formal/baku.


Popular Posts

Recent Posts

Unordered List

Text Widget

Blog Archive

CB Blogger Lab

JASA SEO CB

jam ayam

CONTOH BLOG

JASA SEO CB

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *